Senin - Kamis

09.00-16.30

Jumat

08.00-17.00

Sabtu - Minggu

08.00-17.00

Profil

Wisata Edukasi Jember
Mini Zoo

Beroperasi sejak tahun 2021 pada 15 Mei , Jember Mini Zoo merupakan kebun binatang mini di Kabupaten Jember. Terletak di Jalan Brawijaya, Mangli, Kecamatan Kaliwates, Kabupaten Jember, jarak tempuh menuju Jember Mini Zoo sekitar 200 meter dari Jalan utama Jember-Surabaya, jika menggunakan kendaraan pribadi membutuhkan waktu kurang lebih 5 menit. Dibuka untuk segala kalangan masyarakat, setiap hari dimulai pukul 08.00 hingga 17.00 WIB.

Lokasi
Tiket

Harga Tiket Masuk Jember Mini Zoo

icon tiket
Tiket Masuk
Sepeda Air
Weekdays
Weekend

Rp 30.000

Rp 35.000

icon tiket
Tiket Masuk
Sepeda Air
Mini Train
Panahan
Weekdays
Weekend

Rp 48.000

Rp 53.000

icon tiket
Tiket Masuk
Sepeda Air
Mini Train
Panahan
Mini Waterboom
Fairy Bloom Garden
Feeding Satwa
Weekdays
Weekend

Rp 55.000

Rp 60.000

Lihat Selengkapnya
Artikel

Berita Terkini

thumbnail artikel
Jember Mini Zoo Menjadi Tuan Rumah Pertemuan BKSDA dan Mitra Konservasi Se-Jawa Timur

Jember Mini Zoo menjadi tuan rumah kegiatan Pertemuan Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Jawa Timur bersama mitra lembaga konservasi (LK) se-Jawa Timur yang diselenggarakan pada Senin, 6 Juli 2026. Kegiatan yang berlangsung selama satu hari ini dihadiri oleh 12 lembaga konservasi mitra BKSDA dari berbagai wilayah di Jawa Timur, serta jajaran BBKSDA Jawa Timur dan Bidang Wilayah BKSDA beserta staf terkait. Pertemuan ini bertujuan untuk melakukan pembinaan kepada seluruh mitra konservasi sekaligus memperkenalkan dan mensosialisasikan penggunaan aplikasi Glatik, sebuah sistem pelaporan data konservasi yang digunakan untuk mendukung pelaporan administrasi satwa dan kegiatan konservasi dari masing-masing lembaga konservasi kepada BKSDA. Pemilihan Jember Mini Zoo sebagai lokasi penyelenggaraan kegiatan tidak terlepas dari status Jember Mini Zoo sebagai salah satu lembaga konservasi baru di Jawa Timur yang dinilai menunjukkan perkembangan yang pesat. Melalui kegiatan ini, BKSDA Jawa Timur juga ingin memperkenalkan Jember Mini Zoo kepada seluruh mitra konservasi yang ada di wilayah Jawa Timur. Selain sosialisasi aplikasi Glatik, agenda pertemuan juga diisi dengan sesi diskusi dan tanya jawab mengenai berbagai tantangan yang dihadapi lembaga konservasi, khususnya terkait administrasi pengelolaan satwa dan pelaporan kepada BKSDA. Forum ini menjadi wadah bagi para pengelola lembaga konservasi untuk saling berbagi pengalaman, bertukar informasi, serta mencari solusi atas berbagai kendala yang dihadapi dalam menjalankan fungsi konservasi. Dalam pertemuan tersebut juga dibahas mengenai standar kesejahteraan satwa (animal welfare) yang harus diterapkan oleh seluruh lembaga konservasi. BKSDA menekankan pentingnya pengelolaan satwa yang mengedepankan aspek kesejahteraan hewan agar seluruh mitra konservasi dapat menjalankan pengelolaan satwa sesuai dengan standar yang berlaku. Pemaparan materi oleh tim BKSDA Jawa Timur Sejauh ini, hubungan kerja sama antara Jember Mini Zoo dan BKSDA Jawa Timur berjalan dengan baik. Dukungan dan pendampingan dari BKSDA turut membantu pengembangan Jember Mini Zoo sebagai lembaga konservasi yang aktif menjalankan berbagai program pelestarian satwa. Sebagai lembaga konservasi, Jember Mini Zoo turut berperan dalam berbagai kegiatan konservasi seperti penyelamatan (rescue) satwa, translokasi satwa, hingga pengembangbiakan satwa yang diserahkan oleh BKSDA. Peran tersebut menjadi bagian penting dalam mendukung upaya pelestarian satwa liar di Jawa Timur. Melalui pertemuan ini, BKSDA juga akan melakukan pemantauan terhadap implementasi dan penggunaan aplikasi Glatik oleh seluruh mitra konservasi guna memastikan pelaporan administrasi satwa dapat berjalan lebih efektif dan terintegrasi. Di tengah berbagai upaya konservasi yang dilakukan, tantangan yang dihadapi masih cukup besar. Selain perlunya peningkatan keberhasilan program pengembangbiakan satwa dan pengelolaan populasi di lembaga konservasi, Jawa Timur juga masih menghadapi berbagai kasus konflik satwa liar dengan manusia serta perdagangan satwa ilegal. Kondisi tersebut menuntut lembaga konservasi untuk terus meningkatkan kapasitas penyelamatan satwa, meskipun di sisi lain masih terdapat keterbatasan sarana dan prasarana pendukung. Para tamu undangan berkeliling di area exhibit satwa Jember Mini Zoo Dengan terselenggaranya pertemuan BKSDA dan mitra konservasi se-Jawa Timur di Jember Mini Zoo, diharapkan seluruh lembaga konservasi dapat semakin menyatukan visi, mengoptimalkan potensi yang dimiliki, serta memperkuat kolaborasi dalam menjalankan program konservasi satwa demi menjaga keanekaragaman hayati Indonesia, khususnya di Jawa Timur.

thumbnail artikel
Ada Penghuni Baru! Jember Mini Zoo Kini Punya Orangutan Kalimantan

Jember Mini Zoo kembali menambah koleksi satwa dilindungi dengan menghadirkan seekor orangutan Kalimantan (Pongo pygmaeus) bernama Joni, seekor orangutan jantan berusia sekitar 18–20 tahun. Kehadiran satwa primata besar ini menjadi langkah strategis Jember Mini Zoo dalam memperkuat fungsi sebagai lembaga konservasi sekaligus meningkatkan kualitas edukasi bagi masyarakat. Sebagai lembaga konservasi, Jember Mini Zoo memiliki kewajiban menghadirkan koleksi satwa yang didominasi oleh satwa dilindungi. Kehadiran orangutan dipilih untuk melengkapi koleksi satwa konservasi sekaligus menjadi primata besar pertama yang dimiliki Jember Mini Zoo. Adaptasi dan Perawatan Intensif Saat pertama kali tiba di Jember Mini Zoo, kondisi Joni mengalami obesitas dengan kelebihan berat badan sekitar 15 kilogram. Tim keeper, kurator, dan medis segera menyusun program diet seimbang agar berat badan Joni kembali ideal, yakni berada pada kisaran 80–90 kilogram sesuai usia dan posturnya. Selama masa adaptasi, Joni mulai menyesuaikan diri dengan pola perawatan yang baru, mulai dari pola makan, aktivitas harian, hingga lingkungan kandang yang lebih mendukung perilaku alaminya. "Joni memiliki kebiasaan tidur yang cukup lama di tempat asalnya. Saat ini kami melatihnya untuk lebih aktif bergerak, memanjat pohon, bergelantungan, dan mencari makanan seperti perilaku alami orangutan di habitatnya." ujar tim perawat satwa. Untuk menunjang kesejahteraan satwa, Jember Mini Zoo telah menyiapkan tiga ruang holding, area exhibit yang mampu menampung hingga tiga ekor orangutan, serta berbagai fasilitas yang menyerupai habitat alami seperti pohon, tali bergelantungan, kolam, dan berbagai media enrichment. Setiap hari, Joni mendapatkan menu makanan bergizi yang terdiri dari buah-buahan, sayuran, dan telur sebanyak tiga kali sehari. Buah naga dan sawi putih menjadi beberapa makanan favoritnya. Primata Cerdas yang Perlu Dilestarikan Orangutan dikenal sebagai salah satu primata paling cerdas di dunia. Tingkat kecerdasannya bahkan sering disandingkan dengan anak manusia usia sekitar 10 tahun. Orangutan mampu meniru berbagai gerakan motorik manusia, memiliki masa kehamilan yang mirip dengan manusia, dan rentan terhadap beberapa jenis penyakit yang juga menyerang manusia. Selain menjadi sarana edukasi, kehadiran orangutan di Jember Mini Zoo diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya menjaga kelestarian satwa liar Indonesia. Saat ini, populasi orangutan di alam liar terus mengalami penurunan. Orangutan Kalimantan diperkirakan hanya tersisa sekitar 70.000 individu, orangutan Sumatra sekitar 12.000 individu, sementara orangutan Tapanuli yang merupakan spesies paling langka jumlahnya kurang dari 800 individu. Ancaman terbesar terhadap kelangsungan hidup orangutan berasal dari hilangnya habitat akibat deforestasi, alih fungsi hutan menjadi perkebunan dan permukiman, serta perburuan dan perdagangan satwa ilegal. Orangutan di Jember Mini Zoo Komitmen Konservasi Jangka Panjang Jember Mini Zoo juga menegaskan komitmennya dalam mendukung upaya konservasi orangutan secara berkelanjutan. Salah satu target yang sedang diupayakan adalah menghadirkan orangutan betina sebagai pasangan Joni sehingga dapat mendukung program pengembangbiakan (breeding) di bawah pengawasan lembaga konservasi. Keberhasilan reproduksi satwa dilindungi menjadi salah satu indikator keberhasilan program konservasi ex-situ yang dijalankan oleh lembaga konservasi. Ke depan, Jember Mini Zoo juga berencana menghadirkan program edukasi khusus seperti keeper talk orangutan, sehingga pengunjung dapat mengenal lebih dekat perilaku, karakteristik, dan upaya konservasi satwa tersebut secara langsung dari para keeper. Imbauan bagi Pengunjung Jember Mini Zoo mengajak seluruh pengunjung untuk turut menjaga kesejahteraan orangutan selama berada di area konservasi dengan mematuhi seluruh peraturan yang berlaku. Pengunjung diperbolehkan mengambil foto dan video, namun tidak diperkenankan melewati pagar pembatas, melempar benda apa pun ke dalam exhibit, memberikan makanan kepada satwa, maupun membuat kegaduhan yang dapat mengganggu kenyamanan orangutan. Pemberian makanan dari luar sangat tidak dianjurkan karena dapat mengganggu pola nutrisi yang telah diatur oleh tim perawat satwa dan berpotensi menimbulkan gangguan kesehatan. Melalui kehadiran Joni, Jember Mini Zoo berharap masyarakat tidak hanya datang untuk berwisata, tetapi juga memperoleh pemahaman yang lebih mendalam mengenai pentingnya menjaga satwa liar Indonesia dan habitat alaminya agar tetap lestari bagi generasi mendatang.

thumbnail artikel
Kehadiran Capybara, Daya Tarik Baru Edukasi dan Konservasi di Jember Mini Zoo

Yang paling dinantikan oleh sobat Jemi akhirnya datang juga! Kali ini Jember Mini Zoo kembali menghadirkan inovasi dalam dunia wisata edukasi dan konservasi dengan memperkenalkan satwa eksotik baru, yaitu capybara. Kehadiran satwa khas rawa sungai Amazon ini diharapkan dapat memberikan pengalaman baru bagi masyarakat sekaligus meningkatkan daya tarik wisata di Jember dan sekitarnya. Kehadiran Capybara di Jember Capybara dihadirkan sebagai upaya menjawab keinginan masyarakat Jember yang selama ini belum pernah melihat secara langsung satwa eksotik khas kawasan rawa Amazon. Selain itu, kehadiran satwa ini diharapkan mampu meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan ke JMZ. Saat ini capybara telah hadir di area RainForest Jember Mini Zoo, kami mendatangkan sepasang capybara yang berasal dari kawasan rawa sungai Amazon di Amerika Latin, habitat asli satwa tersebut. Penambahan satwa capybara tidak hanya bertujuan sebagai daya tarik wisata, tetapi juga menjadi bagian dari program edukasi dan konservasi. Pengunjung dapat mempelajari karakteristik unik capybara serta berkontribusi dalam upaya pengembangbiakan satwa ini sebagai bagian dari konservasi. Capybara di RainForest Jember Mini Zoo Keunikan Capybara Capybara merupakan hewan pengerat terbesar di dunia. Mereka memiliki kebiasaan memakan rumput hingga akar, serta memiliki selaput pada kaki yang memungkinkan mereka berenang dan bahkan menyelam dengan baik. Antusiasme Pengunjung Sejak kehadirannya, capybara mendapat respon sangat positif dari pengunjung. Capybara menarik perhatian karena ekspresi wajahnya yang santai, meskipun sebenarnya termasuk satwa yang pemalu. Pengunjung semakin antusias karena Jember Mini Zoo menghadirkan program interaksi langsung, di mana pengunjung dapat memberi makan, berfoto, hingga menyentuh capybara secara langsung, tentunya dengan pengawasan petugas. Kesejahteraan Satwa Untuk memastikan kesejahteraan capybara, Jember Mini Zoo telah menyiapkan fasilitas kandang (main holding dan exhibit) sesuai standar animal welfare. Lingkungan tersebut memungkinkan capybara berenang, bermain di area rumput, serta mendapatkan nutrisi yang sesuai dengan habitat aslinya. Saat pertama kali tiba, capybara dalam kondisi sehat, lincah, dan memiliki bentuk tubuh proporsional. Tim medis dan nutrinionis Jember Mini Zoo juga terus melakukan pemantauan secara rutin. Capybara juga dapat beradaptasi dengan baik di Jember karena memiliki kesamaan iklim tropis dengan habitat asalnya. Perawatan capybara meliputi pengaturan diet seimbang, pemberian vitamin secara rutin, serta penimbangan berat badan setiap bulan. Pola makan mereka terdiri dari rumput, sayuran, ubi, dan jagung, yang diberikan 4–5 kali sehari dalam porsi kecil sesuai kebutuhan.   Yuk, bertemu capybara di Jember Mini Zoo! Pengunjung dapat menyaksikan berbagai perilaku alami capybara seperti berenang, bermain, dan berinteraksi satu sama lain. Meski bukan hewan peliharaan, capybara dikenal cukup ramah terhadap manusia, walaupun cenderung pemalu dan tenang. Dengan hadirnya capybara, Jember Mini Zoo berharap dapat terus menjadi destinasi wisata edukatif yang tidak hanya menghibur, tetapi juga meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya konservasi satwa.

Satwa - Satwa

Berbagai Jenis Satwa

Wahana

Wahana Menyenangkan untuk Keluarga

Paket Kegiatan

Bermain dan Belajar di Jember Mini Zoo

Eduwisata dan Profesi Cilik

Gathering

Meeting

Pesta Ulang Tahun

Galeri

Sorotan Jejak Kegiatan