Jember Mini Zoo Menjadi Tuan Rumah Pertemuan BKSDA dan Mitra Konservasi Se-Jawa Timur

Jember Mini Zoo Menjadi Tuan Rumah Pertemuan BKSDA dan Mitra Konservasi Se-Jawa Timur

27 July 2026

Jember Mini Zoo menjadi tuan rumah kegiatan Pertemuan Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Jawa Timur bersama mitra lembaga konservasi (LK) se-Jawa Timur yang diselenggarakan pada Senin, 6 Juli 2026. Kegiatan yang berlangsung selama satu hari ini dihadiri oleh 12 lembaga konservasi mitra BKSDA dari berbagai wilayah di Jawa Timur, serta jajaran BBKSDA Jawa Timur dan Bidang Wilayah BKSDA beserta staf terkait.

Pertemuan ini bertujuan untuk melakukan pembinaan kepada seluruh mitra konservasi sekaligus memperkenalkan dan mensosialisasikan penggunaan aplikasi Glatik, sebuah sistem pelaporan data konservasi yang digunakan untuk mendukung pelaporan administrasi satwa dan kegiatan konservasi dari masing-masing lembaga konservasi kepada BKSDA.

Pemilihan Jember Mini Zoo sebagai lokasi penyelenggaraan kegiatan tidak terlepas dari status Jember Mini Zoo sebagai salah satu lembaga konservasi baru di Jawa Timur yang dinilai menunjukkan perkembangan yang pesat. Melalui kegiatan ini, BKSDA Jawa Timur juga ingin memperkenalkan Jember Mini Zoo kepada seluruh mitra konservasi yang ada di wilayah Jawa Timur.

Selain sosialisasi aplikasi Glatik, agenda pertemuan juga diisi dengan sesi diskusi dan tanya jawab mengenai berbagai tantangan yang dihadapi lembaga konservasi, khususnya terkait administrasi pengelolaan satwa dan pelaporan kepada BKSDA. Forum ini menjadi wadah bagi para pengelola lembaga konservasi untuk saling berbagi pengalaman, bertukar informasi, serta mencari solusi atas berbagai kendala yang dihadapi dalam menjalankan fungsi konservasi.

Dalam pertemuan tersebut juga dibahas mengenai standar kesejahteraan satwa (animal welfare) yang harus diterapkan oleh seluruh lembaga konservasi. BKSDA menekankan pentingnya pengelolaan satwa yang mengedepankan aspek kesejahteraan hewan agar seluruh mitra konservasi dapat menjalankan pengelolaan satwa sesuai dengan standar yang berlaku.

Pemaparan materi oleh tim BKSDA Jawa Timur

Sejauh ini, hubungan kerja sama antara Jember Mini Zoo dan BKSDA Jawa Timur berjalan dengan baik. Dukungan dan pendampingan dari BKSDA turut membantu pengembangan Jember Mini Zoo sebagai lembaga konservasi yang aktif menjalankan berbagai program pelestarian satwa.

Sebagai lembaga konservasi, Jember Mini Zoo turut berperan dalam berbagai kegiatan konservasi seperti penyelamatan (rescue) satwa, translokasi satwa, hingga pengembangbiakan satwa yang diserahkan oleh BKSDA. Peran tersebut menjadi bagian penting dalam mendukung upaya pelestarian satwa liar di Jawa Timur.

Melalui pertemuan ini, BKSDA juga akan melakukan pemantauan terhadap implementasi dan penggunaan aplikasi Glatik oleh seluruh mitra konservasi guna memastikan pelaporan administrasi satwa dapat berjalan lebih efektif dan terintegrasi.

Di tengah berbagai upaya konservasi yang dilakukan, tantangan yang dihadapi masih cukup besar. Selain perlunya peningkatan keberhasilan program pengembangbiakan satwa dan pengelolaan populasi di lembaga konservasi, Jawa Timur juga masih menghadapi berbagai kasus konflik satwa liar dengan manusia serta perdagangan satwa ilegal. Kondisi tersebut menuntut lembaga konservasi untuk terus meningkatkan kapasitas penyelamatan satwa, meskipun di sisi lain masih terdapat keterbatasan sarana dan prasarana pendukung.

Para tamu undangan berkeliling di area exhibit satwa Jember Mini Zoo

Dengan terselenggaranya pertemuan BKSDA dan mitra konservasi se-Jawa Timur di Jember Mini Zoo, diharapkan seluruh lembaga konservasi dapat semakin menyatukan visi, mengoptimalkan potensi yang dimiliki, serta memperkuat kolaborasi dalam menjalankan program konservasi satwa demi menjaga keanekaragaman hayati Indonesia, khususnya di Jawa Timur.